Skema kredit mobil listrik (EV) di Singapura dan Korea Selatan menawarkan studi kasus menarik tentang bagaimana pemerintah di Asia mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan melalui kebijakan fiskal. Meskipun kedua negara memiliki tujuan yang sama untuk mengurangi emisi dan mempromosikan EV, pendekatan mereka dalam memberikan insentif kredit kepada konsumen berbeda, mencerminkan prioritas dan kondisi pasar lokal masing-masing.
Singapura, yang memiliki lahan terbatas dan berupaya menekan jumlah kendaraan, menggunakan pendekatan yang lebih selektif. Skema seperti Enhanced Vehicle Emissions Scheme (VES) memberikan rabat atau denda berdasarkan emisi kendaraan, dengan EV mendapatkan rabat besar. Selain itu, Certificate of Entitlement (COE) yang mahal dan terbatas jumlahnya, ditambah dengan berbagai tunjangan seperti Electric Vehicle Early Adopter Incentive (EEAI), membuat EV lebih terjangkau dibandingkan mobil bensin, namun tetap dalam kerangka kebijakan kontrol populasi kendaraan. Tujuannya adalah untuk mendorong adopsi EV tanpa membanjiri jalanan.
Sebaliknya, Korea Selatan, yang merupakan rumah bagi produsen EV global seperti Hyundai dan Kia, lebih fokus pada stimulasi pasar domestik dan dukungan industri. Pemerintah Korea menawarkan subsidi langsung untuk pembelian EV, baik mobil penumpang maupun niaga, serta insentif pajak yang signifikan. Subsidi ini dirancang untuk mengurangi selisih harga awal antara EV dan mobil konvensional, membuatnya lebih menarik bagi konsumen. Selain itu, investasi besar dalam infrastruktur pengisian daya juga menjadi bagian integral dari strategi mereka.
Perbandingan kedua skema ini menunjukkan fleksibilitas kebijakan insentif. Singapura lebih berhati-hati dalam menyeimbangkan adopsi EV dengan manajemen lalu lintas dan lahan, sementara Korea Selatan lebih agresif dalam mendorong pasar dan mendukung industri otomotif domestiknya. Kedua model ini memberikan pelajaran berharga bagi negara-negara Asia lainnya yang sedang merumuskan strategi mereka sendiri untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik.

