Sistem pendidikan Finlandia, yang terkenal dengan pendekatan “belajar sambil bermain” dan penekanan pada pengembangan holistik daripada tes standar, kini diadaptasi oleh sekolah-sekolah elit anak usia dini di Asia. Tren ini mencerminkan keinginan orang tua Asia untuk pendidikan yang lebih seimbang dan berorientasi pada anak.
Model Finlandia menunda pembelajaran membaca dan menulis formal hingga usia yang lebih tua, memberikan prioritas pada bermain bebas, eksplorasi, dan pengembangan keterampilan sosial-emosional. Ini berbeda dengan sistem Asia tradisional yang seringkali sangat kompetitif dan menekankan akademisi sejak dini.
Sekolah-sekolah elit di kota-kota seperti Singapura, Hong Kong, dan Seoul telah mengintegrasikan filosofi ini, menciptakan lingkungan belajar yang dirancang untuk merangsang kreativitas dan pemikiran kritis anak-anak. Ruang kelas dirancang lebih terbuka, dengan banyak area untuk bermain dan eksperimen.
Adaptasi ini juga melibatkan pelatihan guru secara intensif dalam pedagogi Finlandia, yang berfokus pada peran guru sebagai fasilitator, bukan sekadar penyampai informasi. Penilaian dilakukan melalui observasi berkelanjutan, bukan ujian formal.
Meskipun tantangan adaptasi terhadap budaya pendidikan yang berbeda masih ada, tren ini menunjukkan pergeseran menuju apresiasi yang lebih besar terhadap pendekatan pendidikan yang berpusat pada anak. Orang tua di Asia kini mencari pendidikan yang mempersiapkan anak untuk masa depan yang lebih kompleks, bukan hanya nilai ujian.

