Keselamatan Pasif EV: Perbandingan Standar Uji Tabrak Baru untuk Kendaraan Listrik Asia.

Keselamatan Pasif EV: Perbandingan Standar Uji Tabrak Baru untuk Kendaraan Listrik Asia.

Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik (EV) di jalan, standar uji tabrak dan keselamatan pasif menjadi semakin krusial. Asia, dengan pasar EV yang besar dan beragam, sedang mengembangkan serta membandingkan standar uji tabrak baru yang dirancang khusus untuk mengatasi tantangan unik dari desain kendaraan listrik.

Salah satu fokus utama adalah perlindungan baterai. Dalam kasus tabrakan, baterai EV dapat mengalami kerusakan yang berpotensi menyebabkan kebakaran atau ledakan. Standar uji tabrak baru mensyaratkan desain sasis yang dapat melindungi battery pack dari benturan keras, serta sistem pemadam kebakaran otomatis yang canggih.

Selain itu, berat EV yang lebih besar karena baterai dapat mengubah dinamika tabrakan dibandingkan kendaraan bensin. Lembaga uji tabrak di Asia seperti ASEAN NCAP dan C-NCAP sedang merevisi protokol pengujian mereka untuk mencerminkan dampak tabrakan antar EV dan antara EV dengan kendaraan konvensional.

Aspek keselamatan pasif lainnya yang menjadi perhatian adalah penanganan kendaraan setelah kecelakaan, termasuk prosedur penyelamatan yang aman untuk petugas darurat yang menghadapi risiko sengatan listrik tegangan tinggi. Pelatihan khusus dan tanda-tanda yang jelas pada kendaraan menjadi penting.

Perbandingan dan harmonisasi standar keselamatan pasif EV di seluruh Asia akan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan konsumen dan memastikan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik di kawasan ini juga diiringi oleh peningkatan keamanan yang setara atau bahkan lebih baik dari kendaraan konvensional.